Feeds RSS

Kamis, 09 Juli 2009

Ice cream

Beberapa hari yang lalu, mama beli es krim mungkin sekitar delapan. Ya, lumayan banyak memang tapi menurut gue itu sedikit. Kenapa? Karena anaknya mama ada tiga. Delapan bagi tiga kan dua koma sekiaan. Alhasil karena gue yang paling suka es krim, hari itu karena ngga ada orang di rumah, gue makan es krim dua. haha parah banget! Padahal mama selalu ngomel kalo gue makan es krim banyak banyak tapi apa mau di kata.

Dua hari kemudian, mama membeli eskrim lagi. Kali ini jumlahnya sama , delapan. Tapi kemaren setau gue masih sisa tiga. Awalnya cuma makan satu es krim. Sambil ngobrol sama kakak gue, tiba-tiba dia minta es krim yang lagi gue makan. Yaudah, gue kasih aja. Tanpa terasa es krim itu pun habis. Dengan alasan tadi dia juga ikutan makan, gue ngambil es krim di kulkas lagi. Pas dia mau minta lagi, gue ngga ngasih. Kalo soal es krim dan kembang gula gue emang paling pelit dan paling curang hehe. Es krim kedua gue pun habis. Parahnya, gue masih pengen makan es krim lagi tapi karena mama menyadari dari tadi gue buka kulkas mulu, akhirnya mama ngomel dan gue pun tidak bisa makan es krim lagi.

Dan hari itu gue memutuskan untuk tidak makan nasi. Sebagai penggantinya, gue makan es krim untuk ketiga kalinya.

Mama said, "Yanit yanit kamu tuh makan es krim muluu nanti yang lain pada ngga kebagian."

Mbak Tyas said, "Ih makan es krim mulu luh. Tambah gendut aja!"

Mbak Septi said, "Awas loe makan es krim pelangi gue!"

After all that opinion,

I said, "Ya gpp lah makan es krim terus, mau nambah gedut kek bodo amat. Daripada ntar pas udah tua pengen makan es krim tapi ga bisa?! Hayoo."

Haha abis itu mama ngancem ngga mau beliin es krim lagi. Tapi kaaan saya bisa beli sendiri mama.

Nah kalo papa paling ngga banyak omong. Terserah deh gue makan es krim berapa banyak yang penting gue masih dalam keadaan sehat walafiat haha

I Love You, Pappy :)

Sorry, Mommy :)

Second Chance

Ada beberapa pendapat tentang kesempatan kedua. Ya, kesempatan kedua ngga selalu buat mantan pacar tapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita, yang pernah buat kesalahan dalam hidup kita atau bahkan diri kita sendiri.

Pada dasarnya memberikan kesempatan kedua itu ngga berarti melupakan apa yang udah dia perbuat ke kita dulu. Malah dengan kesempatan kedua itu kita harus lebih beware dengan dia. Setiap orang emang bisa berubah tapi ngga ada yang bisa menjamin kan kalo dia bisa berubah apa lagi dalam waktu yang singkat. Perubahan butuh waktu dan untuk memberikan kesempatan kedua buat seseorang juga butuh waktu dan pertimbangan yang ngga sedikit.

Ada beberapa pendapat tentang kesempatan kedua :

Beberapa orang bilang, kalo kita ngasih kesempatan kedua buat orang itu artinya kita membiarkan dia untuk menyakiti kita untuk kedua kalinya. Ya, mungkin aja orang itu udah berubah tapi ngga ada yang bisa menjamin itu. Kesempatan kedua cuma diperuntukkan untuk orang orang yang emang udah bener-bener jatuh ke dalam kesalahannya dan dia mau kembali. Bukan untuk sebuah hubungan yang hanya berjalan selama beberapa bulan terus putus dan beberapa hari kemudian dia minta kesempatan kedua. Ngga segampang itu! Kita emang baru akan sadar seseorang itu sangat berharga dalam hidup kita kalo dia udah pergi meninggalkan hidup kita. Tapi itu ngga berarti dia harus balik ke dalam kehidupan kita untuk memuaskan perasaan kita kehilangan dia.

Karena memberikan kesempatan kedua berarti kita siap untuk kembali di sakiti. Karena memberikan kesempatan kedua berarti kita siap untuk kembali bangkit dan memasang badan jika orang itu melakukan hal yang sama. Dan untuk melakukan itu semua bukanlah hal yang mudah.

"Mungkin Tuhan bisa memberikan umat-Nya kesempatan berkali-kali. Tetapi, manusia bukan Tuhan yang sebegitu mudahnya memberi kesempatan. Manusia tidak bisa melakukan hal yang seperti Tuhan lakukan."

Dan beberapa orang bilang, hanya beberapa orang saja yang pantas untuk mendapat kesempatan kedua. Itu pun dalam jangka waktu yang panjang. Karena pada dasarnya setiap manusia tidak suka disakiti.

Satu hal yang perlu kita ingat, jika seseorang memberikan kesempatan kedua, itu berarti banyak hal. Berarti ia rela di sakiti kedua kalinya oleh mu, ia rela melepaskanmu jika suatu hari kau mengulang kesalahan, dan yang paling penting, ia sangat menyukaimu hingga ia rela melakukan itu semua hanya untukmu.

Kalau aku, aku lebih suka tidak memberikan kesempatan kedua. Karena aku tidak suka harus kembali jatuh dan harus kembali bangkit. Tetapi, aku selalu meminta kesempatan kedua padanya. Egois bukan? Ya, itulah aku. Kuakui, aku memang orang yang egois.

Tapi memberikan kesempatan kedua bagi diri kita adalah suatu hal yang baik. Karena itu berarti kita jujur pada diri kita sendiri.

A Second chance is something that you can not get for twice.

ILH :)

This months and 3 months later

Yeah, saya sangat membenci bulan ini dan tiga bulan ke depan. Kenapa? Karena bulan ini dan tahun ini saya harus bekerja keras untuk lulus LIA (aminn..) dan lulus SMA. Belum lagi di hadapkan dengan pelajaran tambahan alias bimbel. Maless rasanya kalo harus di tambah bimbel lagi. Mana LIA juga belom selese. Pengen postponed tapi sayaang. Ahhh!

At LIA,
Ms H dengan gembiranya menyambut kami yang kompakan telat datang ke kelas. Sebenernya udah pada dateng cuma pada ngobrol di bawah. Hari itu hanya empat orang yang masuk sebenernya sih ada enam cuma dua orang memilih untuk menghindari kelas LIA. Yeah, awalnya gue mau ikut mereka ca'o aja. Males banget kalo harus ikut LIA. Tapi gimana dooong, udah kelas terakhir nih. Mana ms H berulang kali ngingetin tentang tugas akhir, alias presentasi. Dan parahnya lagi yang nantinya akan menjadi juri di kelas HI 4 ini adalah ms H sendiri dan satu supervisor yang keliatan lumayan tegas. Argh! Ga berhenti berhenti deh penderitaan guee. Mana semua anak di kelas selalu ngga pernah bisa 'memuaskan' ms H. Setiap jawab pertanyaan ms H selalu ngomel dengan alasan, "Kalian tuh kalo jawab pertanyaan tuh selalu merepet merepet. Ngga ada yang sampe ke inti gitu. Gimana nanti kalo kalian jawab pertanyaan waktu persentasi. Di jamin kalian ngga akan lulus." Argh! Lagi lagi ms H ngomongin soal presentasi. Dia juga pernah bilang kalo kita setiap ngjawab pertanyaan kayak di tanya, "Where do you live?" and everybody said, "We live in a country that the temperatur is plus minus 35 derajat celsius, and I live in an island that called java and I live in a metropolitan city. bla bla bla." Jiaaah! Pusing guee.

Mana pulang LIA maag gue pake kambuh lagi. Alhasil, di angkot nahan rasa sakit yang paraah itu deh. Udah gitu, abang angkotnya lamaa banget jalannya. Udah lama, pake banyakan gaya lagi, dia pake kaca mata item. Ya ampun bang, gue tau loe mau gaya tapi please deh masa malem malem pake kaca mata item. Apa yang loe liat! Ah creepy banget!

He-Who-Must-Not-Be-Named

Tonight, I feel like I go back to two years ago. I don't know the date or the month. One thing I know for sure, I'm still with him, He-Who-Must-Not-Be-Named.
We ever promised to be together forever. No one knew about eternity. Only God knew about that. And I knew it wasn't a lasting promise

"I promise. If our relationship end before my birthday, I will buy a lot of taffy." he smiled at me.

And my relationship was over before his birthday. It was my fault. I never gave him a chance and now i realize why he doesn't give me a chance too. There was no taffy until now. He ever gave me chocholate and I was so happy when he gave it to me.

Nine months passed and he said, "Sorry, I can not wait you anymore. I find another girl. I love her and I wanna be with her. She's the one I love now."

I didn't feel anything at that time. I only said, "Oh, it's okey." I thought it would be okey without him, My life still go on. I didn't realize He was the one who cared to me and stayed beside me. I couldn't do anything. He was hers.

So sorry for all the thing that i've done to you. I'm so stupid to give you to her. If you read this posting, one thing that you have to know. On January, I wanna tell you the reason we break up. But it's too late.



ILY, yanita :)

Rabu, 08 Juli 2009

For Everything I am - Christian Bautista

I may not be beside you every day
I may run out of tender words to say
Can’t promise you the world
When all I have is love
Only love

I may not be the one your thinking of
I may not fit your perfect dreams of love
One thing I know for sure
And you can rest assure
My love is always yours

Oh baby
Won’t you look into my eyes and see
Beyond the things I’m not, there’s love inside of me
Just love me for all things I am, love me
The lighter side, the darkest side
Try to love me for everything I am

You, you been inside
You’ve seen the darkest side of me
I’ve shown you everything I am, everything


Hope he could sing this song for me. I regret all the things i've done to you.
I wanna say to you, "Would you be my friend? My friend who always stay beside me and share me everything. Give me a chance to be your friend or don't ever give me that chance."
Thank you for being my first :D

Selasa, 07 Juli 2009

New Life :D

Yea yea yea~

happy together! haha post kali ini emang gue rada-rada aneh bin ajaib. Entah kenapa gue merasaa sangat senang sehabis menelepon salah satu anggota tujuh sekawan, puti. Bukan karena ada apa apa sama puti tapi karena mendengar dia ternyata di kelas IPA 1 jugaa. Okey, gue akan cerita dari awal.

Senin, 060709
Hari itu gue memang sudah memutuskan untuk daftar ulang kelas alias mengetahui kelas XII gue. Pagi-pagi nyokap udah bangunin buat sholat subuh. Habis itu gue memutuskan untuk tidur lagi tapi ternyata ga bisa. Di luar banyak banget masalah :
1. Kakak gue baru bilang kalo tes hari itu jam sembilan, dan mereka harus berangkat jam setengah tujuh dan itu membuat semua planning nyokap dan gue jadi hancur.
2. Karena bingung mau naik apa (tadinya mau naik mobil tapi kalo naik mobil bisanya jam 9an) nyokap memutuskan untuk menggunakan motor, dan itu berarti gue ke sekolah harus naik angkot. Grr
3. Tiba-tiba nyokap gue ingat kalau STNK motor "let's get the BEAT" gue itu di bawa kakak gue yang pertama, yang udah pergi bareng bokap gue.
4. Standard motor beatnya ngga mau turun. Tetapi akhirnya dengan kekuatan super power nyokap, standardnya mau turun jugaa.
5. Pagi itu nyokap terpaksa harus menjadi pembalap untuk mengejar mobil bokap (nyokap menganggap bahwa gue ngga bisa ngebut hiks hiks)

Dan itu lah segudang masalah yang harus gue hadapi pagi butaa (padahal udah jam 6an). Tapi herannya semua masalah itu selesai satu persatu. Nyokap berhasil mengambil STNK beat, supir gue yang tadinya di bawa bokap ikut nyokap pulang, mobil pajero yang tadinya rusak udah bisa di pake, dan gue ngga harus naik angkot ke sekolaah. horee!

Nah setelah masalah pagi buta itu, gue dihadapkan dengan rasa malas gue untuk pergi ke sekolah. rumah kosong ga ada orang. bingung mau ngapain?! tapi juga males ke sekolah tapi karena mendengar suara semangat seorang atinda yuliana mutoharoh dan juanita fathul amani, berangkat lah gue ke sekolah. Dengan mengendari honda beat, gue berusaha untuk mengebut. Zing zing zing dan sampailah di sekolah.

Parkiran penuuh banget gara gara pendaftaran murid baruu. Nyebelin abis! Dan tiba-tiba gue bertemu Sri.

Sri : Yan, bareng dong!
Gue : Iyaa tapi gue udah bayarin sri.
Sri : Yah, tapi tungguin gue ya.
Gue : Oke deh!

(diam sejenak)

Sri : Loe tadi lewat gang cemara ya yan?!
Gue : Iya kok loe tau?!
Sri : Iya, gue kan tadi di belakang loe. Loe lucu deh naik motornya. Goyang goyang gituu haha (tertawa dengan lebarnya)
Gue : (diam karena maluu)

Bete banget tuh si sri. Memalukan gue sajaa. Nah setelah beribet ribet ria dengan urusan uang sekolah, akhirnya kami menemukan bahwa kami sekelas. Ya, XII IPA 1. Hal pertama yang terpikir oleh gue adalah "hah? IPA 1 lagi?". Tapi yaudahlah.

Sebenernya setelah ngambil lembaran pembagian kelas, gue pengen langsung balik aja tapi gue lupaa kalo gue mau cerita ke si juju. Secara singkat, setelah melakukan hal hal tersebut gue menemukan beberapa fakta.
1. Anak anak yang nantinya di XII IPA 1 sebagian besar gue ga kenal dan gue sama sri merasa terasingkan.
2. Gue mesti sekelas dengan si-pertama

kalo bagian yang kedua, gue ga peduli. Masalahnya adalah yang pertama. Gue dan sri bakal merasa terasingkan banget nih. Bisa bisa pertama masuk kelas, yang biasanya ngobrol sama temen, gue dan sri malah buka buku pelajaran -,-

Dan hal yang membuat gue tambah bete di sekolah adalah banyaknya anak anak yang berkata "Cie yanita, sekelas sama si-pertama." -,- teruuuss? urusannya sama gue apaa?
Karena gue ingin menghindar dari semua pernyataan itu, gue memutuskan untuk pulaang. Dan hari senin ku berakhir.

Selasa, 070709
Angkanya bagus ya. gue baru sadar haha
malem ini, ga tau lagi kepikiran apa tiba tiba ingat Zasrie Puti Oktaviani. Gue memutuskan untuk meneleponnya via ponsel gue -,-

Gue : Puti, kelas berapa loe?
Puti : Aduh, males nih yan kelas ipa 1 lagi. (dengan nada yang bikin males -,-)
Gue : Haha sama dooong put, asiiik!! gue punya temen yang bisa gue 'tindas'.
Puti : Hah? Apa? Tinda juga sekelas sama kita?
Gue : Tindas, puti. Bukan tinda (dengan nada masih setengah senang) Oia, bimbel ga put?
Puti : Bimbel di GO.
Gue : Hah? GO? Apaan tuh?
Puti : Ganesha blablabla (gue lupa)
Gue : Yaudah deh kalo gitu. Daaa (kebiasaan buruk gue, mutusin telepon sebelum orang yang di sebrang ngomong apa apa)


Satu kebahagiaan gue bertambah karena orang yang bernama puti ini sekelas dengan gue dan itu berarti kestressan gue akan berkurang haha

Ya meski begitu, kelas tiga tetap terasa beraat. But, My new life will be starting. Insyaallah, I'm ready for my new life :D

lalalalala~

Jumat, 03 Juli 2009

Missing him

Ngga tau lagi kesambet setan apa nih gue. Setelah sekian lama gue ngga pernah ngerasain perasaan ini ke 'dia' tiba-tiba aja tuh perasaan jadi muncul.
Jadi asal usulnya gini loh. Gue lagi online FB asik-asiknya. Tiba tiba ngga sengaja liat wallnya dia sama temen gue dan gue ngerasa pengen banget ngobrol sama dia kayak duluu. Can i do that? Maybe the answer is big NO! He doesnt wanna talk to me again. Everything i do is wrong in his eyes.

Give me a chance. But if your answer is no, I'll stay away.